Valentine please.. [Confession]

Onegai Valentine [Confession]

4345627464_26f78bfbc5_b

Author: Kyurin
Length: One-shoot or Song-fic
Rating: PG-12
Genre: Romance, fluff, School-life
Cast: Lee Seungcheol Seventeen, Park Nayoung as you, Kim Hyeri
A/M: I post it in wrong event. Hahaha!! Inspired by AKB 48 sister group song. Note: Garis miring berarti potongan lagu, Flashback, massage, dan english. Don’t forget RC!

Aku berlari di lorong dengan perasaan gembira sekaligus gugup. Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh semua orang. Tanggal 14 februari. Semua wanita berlomba-lomba untuk memberikan coklat buatan mereka untuk pria yang mereka sukai. Sedangkan para pria menunggu seberapa banyak coklat yang mereka dapatkan -seperti kompetisi ‘siapa terpopuler’. Sesampainya di kelas aku segera menghampiri Hyeri yang tengah duduk di mejanya. Aku mengeluarkan paper bag kecil dengan pola garis-garis pink dan putih dan pita warna pink tua.


“Aku sudah menetapkan hatiku.” Hyeri menatapku tidak percaya.

“Kau serius? Hari ini?” Hyeri mengerjapkan matanya.

“Aku serius.” Ucapku sambil mengangguk.

“Lalu.. Bagaimana caranya memberikan itu?” Aku menatap tasku.

“Aku… tak tahu.”Aku menundukan kepalaku. Hyeri mengacak poniku. “Aku menyayangimu sejak SD. Tapi bisakah berhenti bertindak tiba-tiba tanpa strategi?” Hyeri menghela nafas. Aku hanya bisa melayangkan pandanganku keluar jendela.

_ _ _ _ _ _ _

“About how many times in one lifetime
Are you able to meet someone you love?
For me to be this pained and agonized
Means he’s my one and only, right?”

Aku memerhatikan pria yang berada tiga meter di depanku. Lee Seungcheol. Namja populer dan pandai dalam semua olahraga. Aku menyukainya ketika dia –tanpa dia sadari- menyelamatkan wajahku dari bola. Sederhana. Lalu aku jatuh cinta padanya. Sayangnya, hampir seluruh yeoja di sekolah mendekatinya. Aku tidak cukup percaya diri jadi aku tidak pernah mencoba mendekatinya. Tiba-tiba dua orang yeoja menghampiri Seungcheol. Seungcheol menghentikan langkahnya, dan aku refleks menghentikan langkahku juga.

“Oppa. Aku kemarin datang ke pertandingan basketmu lho! Oppa jjang!!” Ucap yeoja yang berdiri di sebelah kanan. Dari belakang aku bisa melihat bahwa Seungcheol tersenyum setelah mendengar pernyataan itu.

“Geuraeyo?? Terimakasih sudah datang ya.”Ucapnya sambil tertawa.

“Oppa. Kemarin oppa menang, kan? Ayo kita pergi ke karaoke bersama untuk merayakan kemenangan oppa!” Ucap yeoja yang berdiri di sebelah kiri sambil memegang tangan seungcheol. Aku mengembungkan pipiku. Hatiku panas. Aku cem- ani. Aku iri. Aku tidak pernah sedekat itu dengannya. Aku ingin seperti mereka. Tapi aku takut. Tanpa terasa air mataku mengalir ke pipiku. Aku rasa, aku benar-benar mencintainya. Aku memutuskan untuk berbalik arah.

_ _ _ _ _ _ _

“I see you in your school uniform, walking away
I can’t find the words to call out to you…”

Aku berjalan beriringan dengan Hyeri. Sekarang adalah jam makan siang. Kami berniat untuk pergi ke kamtin.

“Nayoung. Kau serius?” Hyeri masih bertanya.

“Kau tidak percaya padaku?” Hyeri menghela nafas untuk yang kedua kalinya.

“I know you. You’ll end up not doin’ it. I knew it.”

“Aku sudah berjanji pada diriku sendiri.” Ucapku sambil memerhatikan keramaian. Hyeri tiba-tiba mencubit lenganku pelan.

“Lihat! Seungcheol oppa sedang berjalan kemari. Ayo lakukan sekarang.” Aku memerhatikan Seungcheol yang tengah bercanda dengan temannya lekat. Aku menetapkan hatiku. Aku membuka mulutku, hendak memanggilnya. Tapi perasaan ragu kembali muncul. Ketika ia melewatiku, aku menutup kembali mulutku.

“You said-“ Aku menundukan kepalaku.

_ _ _ _ _ _ _

“Please, Valentine
Give me a chance
While I’m climbing the stairs
On the way to the clubroom
Since today is a special
Confession DAY
Quietly, while we’re lost in the crowd”

Aku berlari menuruni tiap lantai mencari sosok itu sambil memegang chocolate bag. Hatiku berkecamuk. Maksudku melakukan ini setelah semua pelajaran selesai adalah, aku ingin membuat kesan untuknya. Aku menemukannya diantara kerumunan yang sedang menuju ke lapangan indoor. Aku menarik nafas, lega. Aku segera berlari kecil, mencoba untuk menahannya sebelum bergabung dengan kerumunan yang tengah menonton pernyataan cinta seorang namja.

_ _ _ _ _ _ _

“Please, Valentine
I want to give you chocolate
So that our classmates don’t notice
I’ll act like I’m just passing by you
And hand it off stealthily
Valentine’s Day hope”

“Jadi aku harus menyusun strategi?” Hyeri menatapku kesal. Dia memukul mejanya.

“Tentu saja Nayoung-ah! Kau mau, pernyataan cintamu lewat begitu saja? Kau mau kan kalau dia mengingat pernyataan cintamu meskipun sedikit?” Ucap Hyeri tegas. Aku mengangguk.

“Itulah sebabnya kau memerlukan straregi. Sekarang, kau mau bagaimana?” Aku menerawang ke jendela sebentar.

“Aku ingin memberikannya secara diam-diam, tidak ada satu teman sekelaspun yang tahu tentang ini. Kecuali kau.”

“Hanya itu?”
“Entahlah, mungkin……?”

_ _ _ _ _ _

“He received
So many chocolates
He seems so distant from me”

Aku melihatnya membawa satu carton bag besar di tangan kirinya. Sepertinya dia benar benar populer. Aku merasa bahwa apa yang akan aku lakukan ini sangat sia-sia.
“Seungcheol-ssi! Seungcheol-ssi!” Panggilku. Tapi sia-sia. Kerumunan kini sedang bersorak-sorai. Seungcheol sudah bergabung dengan kerumunan. Aku menyusup diantara kerumunan.

“It only comes once a year
It’s a time of courage even for the cowards
They say ‘nothing ventured, nothing gained’
But it’s easier said than done”

“Seungcheol-ssi!” Panggilku tepat di belakangnya. Akhirnya ia menoleh ke arahku.

“Ne?” Tanyanya dengan senyum manis andalannya.

Deg… Deg… Deg…
Jantungku berdetak kencang. Eottohkae?? Aku belum pernah sedekat ini dengannya. Apalagi berdesak-desakkan di kerumunan.

“Waeyo?”Tanyanya sekali lagi. Pertanyaannya membuatku tersadar dari lamunanku. Ternyata berbicara lebih mudah daripada melakukan.

“Mm.. anu.. Aku..” Ucapku terbata-bata. Aku bahkan tidak bisa menatap matanya. Aku menghela nafas. Aku mengambil tangan kanannya lalu menaruh paper bag tersebut di tangannya.

“Please, Valentine
Give me your love
I won’t mind
Even if your answer is no
I have to confess
That’s right, my heart
Seems like it’s about to burst, so

Please, Valentine
I want to remember
How much I love you
So much that I almost can’t breathe
No matter what I do it stings
These days when my heart ached”

Aku menyusup dan mencoba untuk keluar dari kerumunan. Aku ingin menangis skaligus berteriak senang. Aku tidak tahu harus bagaimana, tapi yang aku tahu sekarang aku sudah lega. Aku berharap bisa menyukai namja lain yang tidak terlalu jauh dariku. Aku tidak berharap dia menjawab iya. Aku hanya ingin dia tahu bahwa tanpa dia ketahui, aku menyukainya. Tanpa sadar aku sudah keluar dari kerumunan. Aku tersenyum. Aku merasa bahwa pipiku basah. Aku mengusap pipiku. Aku tersenyum sambil menangis.

“Hey, unrequited love isn’t something to just throw out
It’s a romantic thrill”

Aku menyukai perasaan yang tak terbalas ini. Aku bahagia meski merasakan perasaan ini sendiri.
_ _ _ _ _ _

EPILOG

Seungcheol menatap paper bag yang berada di tangannya. Lalu menatap punggung yang menjauhinya tersebut.
“Tunggu!-“ Seungcheol sadar. Ia tak tahu nama si pemberi coklat. Ia kembali menatap paperbag tersebut. Mencoba menemukan jawaban yang bisa ia dapatkan. Akhirnya ia menemukan sebuah kertas yang terlipat empat menempel dibelakang paper bag tersebut. Ia menurunkan paper bag besarnya, lalu mencabut kertas tersebut.

Sepertinya kau tidak mengenalku, ya?
Aku anak kelas 1-C, juniormu.
Rasanya aneh bukan mendapatkan coklat dari orang yang tidak pernah kau temui?
Aku belum mengenalkan diri.
Namaku Nayoung.
Geurom
Haruskah aku meminta maaf?
Aku tidak pernah berani bertatap muka denganmu dan tiba-tiba aku memberimu coklat.
Em.. Aku memang aneh. Aku minta maaf. Senang bertemu denganmu.

Sengcheol tersenyum simpul setelah membaca kertas tersebut. Dia bekerja keras, batin Seungcheol.
“Anak yang manis.”Ucap Seungcheol lalu terkekeh pelan.

Valentine’s Day Good luck!

[Onegai Valentine-HKT48]

-THE END-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s